Edcent, Bimbel Online Persiapan Masuk UI dan PTN Favorit di Indonesia

Di zaman milenial ini manusia disuguhkan dengan berbagai macam aplikasi online yang memudahkan kita untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Atau yang sering di kenal dengan aplikasi instan. Banyak perusahaan yang menerapkan layanan online melalui aplikasi yang bisa didapatkan disemua macam smartphone. Mulai dari layanan pesan antar makanan, jasa transportasi online, pengiriman paket atau belanja online hingga bimbingan belajar secara daring.

Memang hal semacam itu sangat diperlukan terlebih lagi dimasa pandemi seperti ini yang membuat kita tidak bebas dalam melakukan aktivitas. Sekiranya masyarakat bisa melakukan apa yang diinginkannya hanya dengan mengklik. Tanpa keluar rumah. Namun tidak semua kegiatan bisa dilakukan dari dalam rumah, melainkan ada yang harus dilakukan secara tatap muka dengan orang lain. Seperti halnya belajar mengajar. Karena hal tersebut merupakan wasilah sebagai pengantar ilmu dari guru ke murid. Sebagaimana yang tertera dikitab taklimul muta’allim. Karangan syekh Az-Zarnuji. 

Namun kementrian Pendidikan dan kebudayaan (MENDIKBUD) menyarankan agar proses belajar mengajar tidak dilakukan secara tatap muka sebab kondisi saat ini yang tidak memungkinkan hal tersebut bisa diterapkan. Mendengar adanya pemberlakuan belajar mengajar yang harus dilakukan secara non face to face, perusahaan aplikasi mulai berlomba-lomba untuk menciptakan aplikasi bimbingan belajar (Bimbel) yang berbasis online yang bisa membantu para siswa untuk belajar dari rumah dan menyelesaikan tugas mereka. Seperti Bimbel Online Persiapan Masuk UI atau PTN Favorit melalui SIMAK UI dan UTBK SBMPTN. Pula seperti halnya Bimbel SIMAK UI dan UTBK SBMPTN.

Edcent.id adalah Platform Pendidikan Online atau bimbel online yang sangat berkualitas, Edcent memiliki kualitas Video 4K, Memiliki kualitas Pengajar yang terbaik dengan pengajar 100% dari Alumni UI dan PTN Terbaik. Edcent adalah sebuah bimbel online juga untuk persiapan seleksi masuk UI (SIMAK UI) atau persiapan masuk PTN Favorit melalui SBMPTN atau Ujian Mandiri.

Edcent memilik lebih dari 25.000 Video pembahasan soal UTBK SBMPTN dan SIMAK UI.
dengan edcent siswa-siswi dapat belajar jauh lebih maksimal, siswa dapat menguasai semua materi yang berkualitas dan terbaik.

Begitu pun juga, menyediakan sistem tata kelola pembelajaran (learning management system) yang dapat digunakan murid dan guru dalam mengelola kegiatan belajar di kelas secara virtual. Dilengkapi dengan ribuan bank soal yang kontennya disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia, serta peralatan analisis hasil tes, pengguna dapat memanfaatkannya tanpa dipungut biaya. 

Banyak metode yang diterapkan oleh pihak perusahaan untuk membantu para siswa belajar. Ada yang memakai konsep video call antara guru dengan muridnya. Dan pihak perusahaan hanya menyediakan berbagai macam buku pelajaran dari semua tingkatan dan soal latihan dalam bentuk e-book. Ada juga yang memakai scan soal latihan. Pada saat gambar soal latihan itu sudah discan, maka jawabannya langsung terpapar di layar ponsel pengguna. tersedia soal bergambar untuk siswa sekolah dasar, dan bagi siswa yang menengah ke atas dan kejuruan pihak perusahaan menyediakan video praktikum ilmiah, kedokteran hingga perbengkelan. 

Tentu sebagai pelajar pasti memilih metode yang lebih mudah dan instan. Yaitu dengan melalui scan soal latihan. Dengan hal itu mereka tidak perlu repot mencari jawaban. Banyak jawaban yang tertera saat gambar soal muncul di layar ponsel pengguna dilengkapi dengan sumber jawaban dan cara penyelesaiannya. 

Namun apakah semua itu tidak berlebihan? Tentunya dibalik semua kemudahan itu ada dampak tersendiri bagi para penggunanya. Mereka akan senantiasa bergantung pada kemudahan dan membuat mereka malas untuk belajar, berpikir, dan membaca. Juga dampaknya akan berakibat pada anak dibawah umur. Yang semestinya belum berhak untuk dipegangi smartphone jika tidak berada dalam pengawasan orang tua dengan benar. 

Alangkah baiknya jika penggunaan aplikasi itu dibatasi, hanya digunakan seperlunya saja dan seimbang. Maksudnya penggunaan aplikasi tidak berlebihan dan kebudayaan membaca tidak sampai sirna. Karena otak kita juga perlu diasah dan dilatih. Disamping itu juga karena membaca adalah jembatan ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *