Cara Menerjemah Bahasa Arab dengan Baik dan Benar

  • Bagikan

Sebelum mengulas kiat-kiatnya, kami akan memperkenalkan dulu bahwa saya adalah orang pesantren yang memang sudah terbiasa menerjemah Arab, tetapi saya bukan Penerjemah Bersertifikat. Jadi, jika memang hendak mendatangi Jasa Penerjemah Bersertifikat, silahkan datangi perusahaan Penerjemah Bersertifikat.

Oke, untuk menerjemah bahasa Arab, kita persiapkan bekalnya terlebih dahulu. Antara lain:

  1. Mengetahui makna jawa
  2. Mengetahui terjemah indonesia
  3. Mengetahui jumlah dalam istilah tata bahasa Arab
  4. Mengetahui urutan menarkib antara kalimat

Contoh

وبدأ المصنف بالأول

Untuk menerjemah ibarat di atas, pertama adalah mengetahui arti jawa dan terjemah indonesia masing-masing lafal dari ibarat di atas.

Untuk mengetahui urutan menerjemah, terlebih dahulu harus tahu kalimat atau jumlah dalam tata bahasa Arab. Jumlah dalam bahasa arab dibagi dua, jumlah ismiyah dan jumlah fi’liyah.

  1. Jumlah fi’liyah terdiri dari fi’il dan fa’il
  2. Jumlah ismiyah terdiri dari mubtada’ dan khobar

Fa’il dan mubtada’ dalam bahasa arab diterjemah terlebih dahulu. Sedangkan fi’il dan khobar diterjemah belakangan.

Misal: بدأ bermakna ngawiti diterjemah “memulai”. المصنف bermakna kiai mushonnif diterjemah tetap atau “pengarang”. الأول bermakna kang pertomo diterjemah “yang pertama”. Setelah ditemukan semua, harus diketahui urutan menerjemah.

Bila diterjemah, hasil ibarat di atas adalah:

Kiai mushonnif memulai yang pertama

“Mushonnif” yang statusnya sebagai fa’il diterjemah terlebih dahulu, baru “bada’a’ sebagai fi’il.

Cukup sekian ulasan dari kami, sekali lagi jika Anda ingin mendatangi Penerjemah Bersertifikat silahkan kunjungi Jasa Penerjemah Bersertifikat. Sekian terimakasih!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *