Cerita Lucu Gus Dur dengan Satpam

Dikutip dari buku Tertawa Bersama Gus Presiden Dur karya Hermawan Sulistyo, salah satu cerita lucu dari Gus Dur adalah ketika para ulama NU dilarang merokok di suatu area hotel.

Jadi, suatu hari para kiyai NU bermusyawarah di salah satu hotel berbintang lima di kawasan Jakarta. Mayoritas kiyai NU adalah perokok berat sehingga asap pun mengepul. Padahal, di dinding sudah tertempel tulisan “No Smoking,” alias “Dilarang Merokok”.

Kemudian, satpam pun mendatangi para kyai yang sedang asik merokok itu dengan memasang wajah seram. Sambil menunjuk tulisan No Smoking, Satpam itu memberitahu para kyai NU bahwa dilarang merokok di ruangan tersebut.

”Oh, itu…” ujar seorang kiyai. ”Sampeyan salah. NO Smoking itu singkatan dari Nahdlatoel Oelama smoking. Jadi, ini tempat merokoknya orang-orang NU” kata seorang kiyai dengan nada santai.

Untuk diketahui, dalam ejaan Bahasa Indonesia zaman dulu, ejaan Nahdatul Ulama yakni Nahdlatoel Oelama. NU sendiri didirikan pada 1926.

Berbicara tentang satpam, saya teringat dengan pelatihan satpam. Asta Security & Safety merupakan sebuah akademi yang berisikan pelatihan security, dengan Total Lulusan 4.258 dan, 34 Instruktur Ahli, sekaligus 6 Program Training. Pensaran dengan 6 program tersebut? Yuk, kita intip websitenya!

Kata Gus Dur, Kereta Api Lebih Cepat daripada Pesawat

Seperti dilansir Gusdur.net, Gus Dur bercerita, usai mendapat larangan dari dokternya untuk tidak melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan pesawat terbang, Gus Dur kemudian nekat untuk bepergian jauh menggunakan kereta api.

“Anda mau pergi naik kereta api, Gus? Memangnya Anda pikir bisa sampai tepat waktu dengan naik kereta api?” Ledek si dokter.

“Anda jangan meremehkan begitu, kereta itu cepat banget loh!” jawab Presiden RI ke-4, itu.

“Kereta api mana yang bisa menandingi kecepatan pesawat terbang, Gus?” tanya dokter lagi.

“Oho… Anda jangan salah. Semua kereta api bisa lebih cepat dari pesawat,” kilah Gus Dur.

“Anda mimpi kali, Gus. Semua orang juga tahu kalau pesawat itu jelas lebih cepat dibandingkan kereta api,” cecar sang dokter.

“Wah, Anda salah, memang sekarang ini pesawat lebih cepat, tapi itu karena kereta api baru bisa merangkak. Coba kalau kereta api nanti sudah bisa berdiri dan bisa lari. Wuiiih… pasti bakalan jauh lebih cepat dari pesawat,” jawab Gus Dur, disambut wajah kecut sang dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *