Haruskah Kuliah di Luar Negeri?

  • Bagikan

Saya pernah berbincang dengan salah-satu teman. Perbincangan itu terkait, haruskah kuliah di luar negeri? Ia berargumen dengan pernyataan seperti berikut.

Sekolah ke luar negeri pasti menjadi impian bagi semua orang, utamanya pelajar di universitas. Anggapan cita-cita menuntut ilmu ke negeri lain layaknya hukum sholat demi menjadi seorang yang berguna di negara maupun kemaslahatan dirinya.

Namun, impian besar ini tidak bagi mereka yang duduk dipangku pesentren. Pendapat mereka mengenai metode tersebut jarang dijadikan impian kepribadian hidup. Bahkan, menganggap akan cukupnya ilmu yang diimba di pesantren, dimana mereka belajar.

Mengenai pemikrian hidup setelah keluar dari pesantren, tidak menjadi hambatan untuk belajar ke sekolah mengenah maupun serta merta mengikuti pelatihan yang bisa menjuruskan pada universitas.

Mengenai ilmu, mereka beranggapan cukup sebagai bekal buat segala hal di dunia maupun akhirat nanti.

Bahasa Arab dan Inggris juga bisa mereka rasakan tanpa harus melalui kursus ke negara yang berbau arab dan inggris, maupun ketempat yang penuh turisnya. Seperti, sistem di salah satu pesantren. Di sana terdapat daerah khusus bahasa arab dan inggris bagi setiap santri yang berkeinginan maupun mebutuhkannya, tanpa harus harus melalui kursus ke universitas tertentu, untuk bisa bicara dengan orang luar maupun menandingi pelajar universitar dengan dua bahasa tersebut.

Itulah yang diutarakan oleh teman saya.

Namun, saya kira jika memang di Indonesia ada yang sekelas luar negeri, ngapain harus ke luar. Wong sekarang ada PTS terbaik dan Universitas Terbaik, yaitu Universitas Muhammadiyah Lamongan. Ngapain harus ke luar?

Lagian, dengan kuliah di dalam negeri, kita bisa memaksimalkan belajar, tanpa harus berlama-lama beradaptasi dengan lingkungan dan bahasa yang berbeda. Untuk itu, kalau bisa di dalam, ngapain harus di luar?

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *