Investigasi Pelaku Mandi Bareng

  • Bagikan

Suatu yang menjadi kebiasaan belum tentu benar, tapi yang benar itu perlu untuk dibiasakan. Pernyataan tersebut senada dengan maraknya kebiasaan tidak baik yang dikerjakan oleh beberapa oknum santri. Pada masa pandemi ini pengurus masih disibukkan program pesantren yang terkendala akibat Covid-19. Belum lagi ditambah dengan laporan-laporan mengenai santri yang melanggar terutama di kamar mandi, seperti maraknya santri yang mandi bareng dalam satu kamar mandi. Simak hasil wawancara redaksi Tugas Akhir Skripsi kepada oknum santri yang pernah melakukan mandi bareng berikut ini!

Seberapa sering Anda melakukan kegiatan tidak baik ini? 

Kegiatan ini sering saya lakukan, malahan mungkin setiap hari. Ketika selesai olahraga pagi di lapangan baru pesantren, terutama pada hari Senin sore, Kamis sore dan Jumat siang ketika mau melaksanakan shalat Jumat.

Di mana Anda melakukan kegiatan ini? 

Kami mempunyai markas sendiri, yaitu di jeding barat al-Ghozali bagian pojok barat dan juga di Jeding Baru lantai III bagian pojok utara. Saya bersama teman-teman saya. Kami masuk ke kamar mandi bertiga, terkadang juga berlima. 

Apakah ada alasan Anda berbuat seperti ini?

Pada saat pertama kali kembali ke pesantren tentu akan ada suasana baru yang kita alami, baik itu kelas baru atau pun itu teman-teman baru. Saya sekarang berada di bangku Tsanawiyah. Di kelas tsanawiyah ini kegiatan lebih padat daripada tahun sebelumnya, sewaktu saya masih berada di Ibtidaiyah. Sampai-sampai sering telat dalam melaksanakan kegiatan, terutama ketika pulang dari sekolah. Padahal waktu mepet untuk melaksanakan kegiatan sholat Maghrib ke masjid. Itu alasan kami kenapa melakukan kegiatan yang kurang baik ini. Akan tetapi, kami juga menganggap mandi bareng lebih seru daripada mandi sendiri yang sepi tanpa ada canda dan tawa.

Tahukah Anda kalau perbuatan ini adalah perbuatan yang tercela dan dilarang oleh pesantren?

Sejatinya saya tahu bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Namun, saya terpaksa melakukannya agar tidak telat dalam melaksanakan kegiatan di pesantren. Sayangnya, anggapan itu salah dan hal itu menyalahi pada aturan pesantren bahkan juga menyalahi aturan agama Islam. Sampai saat ini pun saya belum bisa mengatur waktunya. Akhirnya sayalah yang diatur oleh waktu. Akibatnya saya melakukan hal yang dilarang oleh syariat, yaitu mandi bareng dalam satu kamar mandi bersama teman-teman saya.

Tidak adakah terbesit dalam hati anda ingin berhenti dari perilaku jelek ini? 

Sebenarnya saya ingin berhenti dan tak akan melakukannya lagi. Akan tetapi, itu mungkin sulit bagi saya. Karena, keadaan yang ada sekarang yang membuat saya tidak bisa untuk berhenti, seperti satu tempat sabun yang digunakan berjamaah alias bersama. Saya juga ingin tidak telat dalam melaksanakan kegiatan. Mungkin, saya akan berusaha untuk berhenti melakukan hal yang tidak baik ini, dan akan terus membenahi apa-apa yang menjadi kekurangan dalam diri saya.

Begitulah kiranya, wawancara kami kepada salah-satu oknum santri yang sering mandi bareng dalam satu kamar mandi. Hal semacam ini, tentu tidak mungkin kejadian jikalau pihak pesantren membangunkan kolam renang yang memang diperuntukkan mandi bareng. Pihak pesantren tentu sangat bisa mendatangi jasa pembuat kolam profesional, seperti kontraktor kolam renang jakarta. Dengan begitu, kebiasaan buruk tersebut dapat diminimalisir dengan baik.

Oh, iya, sekilas info mengenai Fumida Pool. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pembuatan kolam renang profesional dan telah memiliki banyak pengalaman dalam pembuatan kolam renang. Seluruh tenaga ahli kami sudah berpengalaman dalam membuat kolam renang, jadi jangan ragu untuk mempercayakan pembuatan kolam renang Anda pada Fumida Pool.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *