Kenangan Ngaji ke Kiai Bashori Alwi

Pengajian al-qur’an bagi mua’allim MTQ kembali dilaksanakan, setelah secara estafet dilakukan pemberangkatan mu’allim kelas 4 sampai 2, maka pada kamis malam (25/11) para mu’allim MTQ kelas 1 meluncur bersama ke dalem KH. Basori Alwi di Singosari Malang sebagai langkah mempelajari ulumul qur’an langsung dari pakarnya.

Antusiasme mu’allim tersebut sudah terlihat sejak awal memasuki kendaraan. Choir -salah seorang staf pengajar MTQ- mengaku senang dengan adanya ngaji langsung ke KH. Basori, “Alhamdulillah dapat belajar secara muwajahah pada beliau (KH. Basori, red), karena ini sangat jarang sekali” ungkapnya.

Bus mini merupakan kendaraan yang dikerahkan untuk mengangkut peserta menuju kota yang masyhur dengan julukan kota apel tersebut. Seluruh peserta diwajibkan memakai baju putih agar terlihat rapi atas intruksi dari Ust. Fahmi selaku Bansus di bidang MTQ.

Berbicara tentang kendaraan, saya teringat akan jadwal kereta api medan binjai di situs ladiestory.id. Bagi yang ingin tahu, bisa dicek, ya!

KH. Basori Alwi memulai pengajian dengan terlebih dahulu membaca surat Al-Fatihah, kemudian beliau meneruskan bacaan pada ayat 1 surat Ibrahim yang diikuti oleh mu’allim secara bersama, setelah itu beliau memerintahkan hadirin untuk membaca ayat per ayat dengan sistem giliran sambil membenarkan kekeliruan yang ada. Ketika telah sampai pada akhir surat Ibrahim, KH. Basori pun mengakhiri pengajian dan menutupnya dengan do’a.

Sehabis ta’allum, rombongan pun bergegas pulang ke Pesantren. Namun, karena perjalanan antara Singosari-Sidogiri cukup menguras tenaga, maka mereka menyempatkan diri di daerah Lawang untuk beristirahat sejenak dan mengisi energi yang hilang. Rombongan tiba di Pondok Pesantren Sidogiri saat arah jarum jam menunjukkan pukul 23.30 WIS. dan mereka telah siap berbagi ilmu yang diperoleh kepada muta’allim di MTQ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *