Lebih Banyak Semut, ataukah Manusia?

  • Bagikan

Semut, semut, semut. Kemanapun kita pergi, pasti ada semut. Di pinggir jalan, ruang kelas, kamar mandi, di mana-mana pasti ada semut yang menyapa keberadaan kita. Karena jumlah yang banyak sekali. Kita mungkin bertanya-tanya, mana yang lebih banyak, semut atau manusia? Mengingat jumlah populasi kita yang super banyak ini, mungkinkah kita dikalahkan oleh sekedar semut saja?

Faktanya, menghitung jumlah semua semut di dunia itu sangatlah sulit. Berbeda dengan manusia yang punya KTP, mereka tidak punya KTS (Kartu Tanda Serangga) yang bikin susah mendata jumlah penduduknya. Namun pada tahun 1990, dua professor yang bernama Holldblor dan Willson bekerja sama membuat hitungan super rumit dan berhasil memperkirakan ada 10.000.000.000.000.000 (sepuluh kuadriliun atau sepuluh ribu triliun) semut hidup di dunia. Itu artinya, jauh, jauh, jauh lebih banyak di bandingkan manusia. Sungguh sangat banyak. Dan perlombaan yang satu ini, kita kalah.

Namun jangan bersedih! Denga jumlah sebanyak itu, bisakah berat total semua semut mengalahkan berak badan semua manusia?, jawabannya adalah, tidak. Meskipun banyaknya ampun-ampunan, kalau tentang berat, semut belum bisa mengalahkan manusia. Itu karena, bila menghitung rata-rata berat orang dewasa yang mencapai 62 kg dan membandingkan dengan semut, meski mempunyai ribuan jenis spesies. Tapi, rata-rata beratnya hanya mencapai 4 mg. jauh sekali selisihnya. Nyatanya, berat semua manusia masih 8 kali lipat lebih berat dari serangga satu ini. Manusia 329 juta ton vs semut 40 juta ton. Kalu untuk perlombaan yang satu ini, manusia masih menang.

Ngomong-ngomong tentang semut, mereka masih di bilang manusianya serangga. Ia, karena mereka memiliki system pemerintahan sendiri (ratu, tantara dan rakyat), pembagian kerja ynag jelas (ratu semut, semut pekerja dan semut pejantan) dan memiliki otak yang paling cerdas di bandingkan serangga-serangga lain. Bahkan, semut juga bisa mengangkat barang yang beratnya 50 kali lebih berat dari badannya sendiri. Sedangkan manusia sekuat itu sendiri, maka kita bisa mengangkat seekor jerapa dewasa tanpa ada kesulitan sama sekali. Tidak Cuma itu, ternyata umur semut juga bisa Panjang. Jika serangga-serangga lain hanay bisa hidup selama beberapa hari, seperti lalat yang umur maksilamnya hanaya mencapai 7 hari atau tawon yang bisa bertahan hidup selama 18 hari, kalu spesies semut ‘pogonomyr mexowyheei’, umurnya bisa sampai 30 tahun. Tua juga ya. Jadi berhati-hatilah kalau kalian menginjak semut! Bisa-bisa kita menginjak semut yang umurnya lebih tua daripada kita. Gak sopan coy.

Ngomong-ngomong soal tawon, saya pernah menemukan Tube Settler (Lamella Clarifier), yaitu sebuah Media Berbentuk hexagonal menyerupai bentuk media sarang tawon lamela. Bagi yang penasaran, bisa langsung intip websitnya, ya!

Pada akhirnya, memang jauh ebih banyak semut daripada manusia. Bahkan manusia kalah telak oleh semut. Namun, setelah mengetahui beberapa fakta tentang semut di atas, saya (penulis) mulai berfikir. Dengan jumlah semut yang super duper banyaknya itu dan di sertai dengan system social dan persartuan yang sangat maju, mungkinkah suatu saat nanti para semut bisa menguasai dunia? Saya tidak tahu pasti.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *