Review Buku: Yahudi Mengapa Mereka Berprestasi

  • Bagikan

Judul: Yahudi Mengapa Mereka Berprestasi

Penulis: Kh. Toto Asmara

Meskipun Yahudi adalah kelompok kecil tapi banyak perusahaan besar, politikus di Gedung Putih, pemenang Nobel berasal dari kalangan mereka. Minoritas tapi penuh prestasi. Mengapa bisa demikian?. Melalui buku ‘Yahudi mengapa mereka berprestasi’ oleh KH. Toto Tasmara, menjelaskan sedikitnya ada lima karakter unik orang Yahudi yang membuat mereka bisa berprestasi tinggi. Seperti Ethnocentrism “kebanggaan, bahkan fanatisme rasial”. juga Assertivenes And Anggressivenes “Kemampuan untuk meyakinkan dan bersifat agresif”. 

Disisi lain, mereka berkeyakinan dirinya adalah ‘makhluk pilihan tuhan’ dan menganggap selain golongannya adalah binatang. Sebagaimana ditulis pada halaman 183, “orang Yahudi adalah manusia, tetapi semua manusia di muka bumi yang bukan Yahudi adalah Goyim—binatang buas” (saba, mecia 114, 6). Lucunya pada halaman 180, disebutkan akan keunggulan Rabi – tokoh agama Yahudi— dari tuhan mereka sendiri, “ seorang Rabi berdebat dengan tuhan dan mengalahkan-Nya. Dan tuhan pun mengakui kemenangan Rabi tersebut.” (baba mezia 59 B). Namun karena sifat rasial yang  telah mendarah daging, sering kali diusir dari wilayah yang mereka tinggali. Seperti di Irak, saat raja Babilonia Nebukadnezzar berkuasa pada tahun 586 SM. Juga di tanah Eropa pada abad 18 M, orang-orang Yahudi harus bolak-balik pindah dari satu negeri ke negeri lain. Tapi karena hal itu, pada bab “Penderitaan dan Kecerdesan Yahudi”, halaman 86-91. disebutkan adanya kelainan genetika yang timbul akibat rasa penderitaan dan keterasingan yang terjadi selama beratus-ratus tahun. Mengubah genetik menjadi seorang ulet, percaya diri dan ber IQ tinggi. Selalu optimis dan tak berdiam diam diri dalam mewujudkan mimpinya, baik secara individual maupun kelompok. Maka tak heran seorang bernama johann wolfgang von goetha (1749-1832 M) mengatakan, “Orang Yahudi betapa kecilnya, kelompok mereka selalu  mengejar tujuannya dengan sangat meyakinkan. Mereka makhluk paling tidak mau diam di atas muka bumi ini.” 

Terdapat satu kebiasaan mereka yang bisa dijadikan contoh. Pada halaman 120-121 dijelaskan bahwa para ibu mereka sudah mendiktekan dan menekan akan pentingnya kebiasaan membaca buku pada anak-anaknya. Selain itu, sang ibu tidak segan untuk membeli buku yang mahal untuk si anak asalkan isinya juga berkualitas tinggi. 

Menurut majalah Reform Jewish, 70% Yahudi Amerika membelanjakan uangnya untuk membeli buku Hardcover, 39 % membeli 1-5 judul buku, 9% membeli 6-9 judul buku, dan 17% membeli lebih dari 10% judul buku per tahun.   

Orang Yahudi memang penuh tanda tanya. Perlu kajian luas dan dalam untuk mengetahui selak beluk mereka secara menyeluruh. Walau tidak terlalu lengkap untuk dijadikan pegangan seputar kelompok Yahudi, buku ini cukup untuk menyegarkan pertanyaan seputar orang-orang Yahudi. Dimulai dari mengapa banyak dari meraka menjadi orang besar?, kebiasaan apa saja yang membuat mereka begitu percaya diri dan jenius?, hingga motivasi apa membuat mereka berkembang lebih baik dari rata-rata.

Oh, iya, bagi kalian yang ingin mengetahui review buku dan info buku menarik lainnya, bisa mengunjungi situs beningpertiwi.com. Semoga bermanfaat!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *