santri harus kuliah

Santri Juga Harus Kuliah; Jangan Setengah-Setengah!

Saya memiliki kisah atau lebih tepatnya kenangan dengan salah-satu guru yang sekarang telah mendahului kita (semoga Allah merahmatinya). Waktu itu, masa di mana banyak santri yang meremehkan kuliah, kuliah online, dan Online Learning. Mereka menganggapnya semua itu tidak penting. Namun, malah mendapat respon sebaliknya dari guru tersebut. Beliau menentang keras siapa pun yang meremehkan kuliah. Beginilah cuplikan percakapan antara teman saya dengan guru saya.

Apakah santri juga diharuskan mengenyam bangku kuliah selepas mondok?

Sebenarnya, tidak ada batas tertentu dalam mencari ilmu. Saya kira melanjutkan studi sampai ke bangku kuliah juga wajib berdasarkan kemampuan yang ia miliki, dan jangan lupa hal itu dilakukan untuk kepentingan umat, maksudnya mencari ilmu dan menyebarluaskannya ke masyarakat, karena `Khair an-nas anfa’ahum lin nass (sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain).

Apakah santri juga diharuskan mengenyam bangku kuliah selepas mondok?

Sebenarnya, tidak ada batas tertentu dalam mencari ilmu. Saya kira melanjutkan studi sampai ke bangku kuliah juga wajib berdasarkan kemampuan yang ia miliki, dan jangan lupa hal itu dilakukan untuk kepentingan umat, maksudnya mencari ilmu dan menyebarluaskannya ke masyarakat, karena `Khair an-nas anfa’ahum lin nass (sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain).

Lalu, jika ada santri yang mengatakan bahwa kuliah itu tidak penting?

Begini, lo, mas, menjadi orang itu tidak boleh sepotong-sepotong dalam mencari ilmu, sama seperti mencari dunia, harus dengan ilmu dan mencari akhirat juga dengan ilmu, dan bila ingin mendapatkan keduanya juga harus dengan ilmu. Dan, menganggap pendidikan di Universitas tidak penting adalah keliru, itu egois namanya. Toh, kan sama-sama mencari ilmu juga, hanya tempat dan mediasinya yang berbeda.

Seandainya ada santri yang cerdas dan memiliki skil yang mumpuni di suatu bidang tertentu namun tidak tidak dibarengi dengan formalitas yang mendukung untuk lebih progresif maka bagaimana pendapat anda?

Ya, kan, sudah saya katakan, jangan egois. Jadilah seperti air, biarpun berada di tempat yang tinggi, tapi bila menemukan lubang sebesar jarum akan ia turun juga. Santri seharusnya juga begitu. Dan di pondok kadang-kandang kecolongan dalam hal ini.

Pesan Anda untuk santri?

Orientasi manusia adalah `Khair an-nas anfa’ahum lin nass dan harus memiliki keberanian untuk melangkah kedepan, karena banyak orang ingin menjadi sukses namun sedikit yang melangkah ke depan. Dan juga, mengoptimalkan bahwa kuliah juga sama-sama menuntut ilmu dan hasilnya harus disebar luaskan untuk kemaslahatan umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *