Santri Saat Menghadapi Ujian

  • Bagikan

Tidak asing lagi bagi kaum santri bahwasanya dalam bulan Rabiul Awal adalah bulan yang ditunggu-tunggu bagi santri, karena dalam bulan Rabiul Awal ada liburan atau pulangan santri, bertepatan dengan tanggal  9 Rabiul Awal santri dinyatakan pulangan selama 7 hari dan diharuskankembali pada tanggal 15 Rabiul Awal.

Tetapi meskipun liburan maulid tetap ada, banyak isu-isu bahwasanya liburan maulid akan dihapus  disebabkan banyaknya alasan yang  terjadi ketika santri kembali lagi ke pondok pesantren. Salah satunya ketika gairah rajin belajar mulai merosot.

Alasan pertama banyak keluhan dari wali santri ketika liburan tiba, kegiatan  putra dan putrinya  hanya digunakan dengan jalan-jalan kerumah temanya, selalu keluyuran, yang dianggap oleh mereka tidak ada manfaatnya, dan banyak menghabiskan uang orang tua mereka , yang mana pekerjaan ini bukan sesuatu yang diharapkan oleh wali santri.

Alasan kedua kebanyakan santri ketika kembali, banyak santri yang tidak betah karena masih memikirkan  sesuatu yang ada dirumahnya, lebih parahnya lagi memikirkan pasangan mereka.

Alasan ketiga realita dan kenyataanya banyak nilai ujian imda (imtihan dauri; sebuah istilah pesantren untuk sebutan untuk semester) para santri merosot ketika setelah liburan maulid. Dan alasan inilah yang menjadikan pengurus pondok pesantren ingin mentiadakan liburan maulid, dan belum pernah ada sejarah nilai ujian imda kedua kebih bagus dari pada imda pertama.

Namun, bukan menutup kemungkinan juka imda kedua lebih bagus dari pada ibda pertama. Pasalnya, banyak situs yang menyediakan pertanyaan sekaligus kunci jawaban sebagai bahan latihan. Hal ini tentu lebih mendorong peningkatan nilai, daripada sekadar belajar materi, tanpa belajar soalan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *