Solusi Menampung Pakaian Banyak dengan Almari yang Terbatas

Kebanyakan pesantren memberikan fasilitas almari untuk setiap santri yang bermukim di sana. Namun, ada masalah yang lumrah terjadi, yakni almari tidak cukup untuk baju dari puluhan ribu santri. Biasanya tiap santri memiliki pakaian yang beragam, mulai dari pakaian yang terbuat dari Bahan Katun hingga Kain Katun Rayon. Dikalikan dengan jumlah yang ada, tentunya stok pakaian membeludak; almari pesantren tidak mampu menampung jutaan pakaian tersebut.

Nah, untuk kali ini, izinkan admin Tugas Akhir Skripsi memberikan penjelasan dan solusi dengan membentuk kegiatan yang bernama: Pengontrolan Pakaian Santri. Nah, penjelasan kegiatan ini memiliki setidaknya tiga belas poin, yakni:

  1. Yang dimaksud dengan Pengontrolan Pakaian Santri adalah aktivitas kegiatan tahunan Pesantren.
  2. Tujuan prosedur kegiatan ini adalah memastikan ketentuan dan prosedur Pengontrolan Pakaian Santri berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Pelaksanaan Pengontrolan Pakaian Santri dilaksanakan setiap awal tahun pelajaran Pondok Pesantren sesuai ketentuan pengurus daerah.
  4. Pelaksanaan Pengontrolan Pakaian Santri  dilaksanakan di setiap daerah, yang dilaksanakan  oleh semua pengurus daerah sesuai persetujuan permusyawaratan baurda.
  5. Adminda mendata warga daerah yang pakaiannya melebihi kapasitas maksimal dari ketentuan pengurus Pondok Pesantren.
  6. Adminda harus menyetorkan data warga daerah yang pakaiannya melebihi kapasitas maksimal kepada kepala daerah untuk di tindaklanjuti.
  7. Kepala daerah harus mensosialisasikan kepada warga daerahnya untuk mengembalikan pakaiannya yang melebihi kapasitas maksimal.
  8. Warga daerah agar secepatnya menitipkan pakaiannya yang melebihi kapasitas maksimal kepada tamu yang ketepatan berkunjung ke Pondok Pesantren.
  9. Pengurus daerah juga harus ikut serta dalam mengawasi proses pengontrolan  pakaian yang bekerja sama dengan seluruh kepala kamar.
  1.  Ketentuan pakaian yang harus di bawa pulang sebagai berikut :
    1. Baju melebihi dari 5 (lima) potong.
    2. Sarung melebihi  dari 4 (empat) potong. 
  2. Semua santri harus mengikuti prosedur penentuan pakaian yang telah di tentukan oleh pengurus Pondok Pesantren Sidogiri.
  3. Pelanggaran atas prosedur ini akan disangsi sesuai tingkat pelanggarannya.
  4. Pelanggaran atas prosudur ini akan disanksi berupa SP 1 (surat peringatan satu) apabila sudah ditegor pengurus daerah secara berturut-turut dua kali. 

Dengan tiga belas poin tersebut, saya kira sudah cukup untuk menampung puluhan ribu santri, dengan pakaian yang sangat banyak, dengan jumlah almari yang terbatas.

Beberapa Permasalahan Terkait Pakaian di Pesantren

Saya, selaku orang yang memang lama di pesantren, sempat teringat salah satu persoalan terkait pakaian yang sempat dibahas di pesantren. Salah satu pertanyaan yang dibahas sebagaimana berikut:

Deskripsi Masalah

Di zaman yang kekinian, sangat sedikit orang yang tidak berkecukupan, semakin menaik perekonomian dunia, malah semakin banyak pula orang yang semakin kaya, bahkan senada dengan lagunya Bang Roma Irama, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.

Semua serba mewah, mulai dari kendaraan, rumah, pakaian / fashion sampai sajian makanan di restoran. Budi adalah salah satu dari orang yang dianggap mampu atau kaya, kehidupannya tidak jauh seperti itu, hingga pakain seperti sarung hampir tidak ditemukan yang bukan bahan sutra, kebanyakan sarungnya bermerek seperti Lamiri, Donggala, BHS dll (sarung sutra asli 100%) sebagaimana yang ada dalam merek.

Suatu saat dia mau membeli jaket ternyata tidak di sengaja jaketnya ternyata jaket perempuan, baru ketemu setelah dipakai dan ternyata tidak bisa dikembalikan ke toko.

Pertanyaan

  • Bolehkah Budi memakai sarung sutra asli 100% seperti Lamiri, donggala, BHS, dll?
  • Apa pandangan fiqih tentang seorang laki-laki memakai pakaian seperti deskripsi masalah di atas (masih belum dipakai oleh perempuan)?

Untuk jawabannya, saya temukan di Mustaqim.NET. Sekian!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *