Tentang Tidur

  • Bagikan

4 Jam sudah lamanya aku tertidur. Waktu yang sudah cukup kiranya bagi setiap orang untuk memenuhi kebutuhan jam tidur. Seperti yang telah disampaikan Imam al-Ghazali dalam kitabnya, bahwasannya tidur itu idealnya 6 jam sehari. Namun,  berpikirlah kembali ketika kamu tidur sampai 6 jam dalam sehari.

Semalam, sempat aku tanyakan hal ini kepada salah satu guruku, ketepatan beliau merupakan keluarga ndalem. Kenapa para siswa masih seringkali tertidur di dalam kelas, padahal porsi tidurnya pun telah tercukupi.

Akhirnya, beliau bercerita. Sewaktu beliau mondok di Pondok Pesantren Ploso Kediri, beliau bukanlah kategori orang yang mempeng. Bahkan, waktu kosong beliau seringkali beliau habiskan untuk cangkruk bersama kawan-kawannya. Namun, disaat jam ngaji ataupun sekolah tidak pernah sama sekali beliau tertidur atau bahkan tidur. Dalam artian beliau mengikuti pengajian sesuai dengan kewajiban beliau, yaitu mendengarkan, memperhatikan dan ngesahi

Ketika masih di pesantren, beliau memiliki seorang teman yang bisa dibilang mempeng. Bahkan, selain mempeng kawan beliau tersebut juga turut berkhidmah kepada keluarga ndalem. Sebut saja namanya Musthofa. Selain mempeng, ia juga dikenal sebagai santri yang cerdas, tidak seperti guruku yang tergolong biasa saja secara kemampuan, saat itu. Namun, sayangnya Musthofa seringkali tidur saat pelajaran atau pengajian berlangsung.

Jadi, hal yang dipesankan guru saya, ”janganlah mencari apa yang menyebabkan kamu tidur. Tidur itu nikmat bukan? Hanya saja, mungkin ketika kamu tidak sepantas untuk tidur, segera cari hal apa yang sekiranya dapat membuat kamu tidak tertidur saat itu juga. Bukan dengan banyak berpikir terkait hal tersebut!”

Percayalah! Tidak perlu memikirkan kenapa saya masih merasa kantuk. Carilah obatnya, cari penawar, apa yang harus kamu lakukan agar menjadi segar kembali, karena hal tadi, yaitu penyebab kantuk bukanlah hal penting yang perlu untuk kamu pikirkan.

Berbicara obat penawar, kami teringat dengan salah-satu obat tradisional; hasil dari perjuangan panjang dengan tujuan untuk menjayakan produk-produk halal berkualitas yang berazaskan Thibbunnabawi; membumikan, memajukan, dan mengaktualisasikan ekonomi Islam di Indonesia melalui enterpreneurship, dan juga turut serta dalam memberdayakan dan mengangkat UMKM nasional. Anda dapat membelinya di situs yang jual produk HNI, salah-satu situs yang juga menyediakan jasa seo lamongan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.