hukum melaksanakan akikah dan kurban adalah

Ternyata, Hukum Melaksanakan Akikah dan Kurban adalah…

Mengingat dekatnya pelaksanaan Idul Adha, admin Tugasakhir-Skripsi kali ini terbayang akan banyak masakan daging. Ada banyak sekali opsi penyajiannya, mulai dari model parasmanan, hingga model tumpeng. Tak heran, jika hampir-hampir lebaran, banyak masyarakat yang mencari Rekomendasi Nasi Tumpeng. Namun, yang akan admin bahas ialah hukum melaksanakan akikah dan kurban adalah sebagaimana berikut.

Di Jakarta sendiri, khususnya yang masih kental dengan adat Jawa, banyak sekali yang mencari Rekomendasi Nasi Tumpeng Enak di Jakarta. Selain karena merupakan adat budaya, tumpeng merupakan salah-satu opsi dari sekian opsi bentuk masakan yang sedap di lidah, dan sedap di mata.

hukum melaksanakan akikah dan kurban adalah ini

Ngomong-ngomong soal kurban, dalam Islam, Kurban bukan sekedar ritus penyembelihan binatang dan aktivitas membagikan daging hewan pada mereka yang tak ber-uang. Lebih dari itu, kurban memiliki akar sejarah yang demikian kuat dan memiliki posisi vital di tengah-tengah masyarakat. Selain memiliki dimensi sosial, kurban juga memiliki dimensi religi yang menghubungkan antara makhluk dan al-Khaliq. Pencipta alam semesta. Dengan begitu kurban dapat mempererat tali ikatan vertikal dan horizontal sekaligus. Kurban juga menjadi cermin yang memberikan informasi tentang sejauh mana seorang muslim mau berkorban untuk sesama.

Hukum melaksanakan akikah dan kurban adalah adalah sunah kifayah bagi orang yang sudah baligh, ‘aqil dan mampu untuk berkurban dan hidup berkeluarga. Sedangkan hukum berkurban bagi mereka yang hidup sendiri adala sunah ‘ain.

Sebagai salah satu dari beberapa media taqarrub pada Dzat pemberi nikmat, berkurban memiliki banyak sekali keutamaan. Diantaranya yang disabdakan oleh Nabi Muhammad, bahwasannya kurban bisa menyelamatkan pemiliknya dari kejelekan dunia dan akhirat.

Beliau juga bersabda yang artinya: Barang siapa telah melakukan kurban, ketika orang itu keluar dari kubur nanti, ia akan menemukan kurbannya berdiri di atas kuburnya, rambut kurban itu terdiri dari emas, matanya dari yaqut, dan kedua tanduknya juga terbuat dari emas. Orang itu akan terheran-heran dan bertanya, “Siapakah kamu ini? Aku belum pernah melihat hewan seindah dirimu.” Kurban itu akan menjawab, “Aku adalah kurbanmu yang telah engkau persembahkan sewaktu di dunia, sekarang mari naiklah ke atas punggungku!” kemudian ia naik dan dibawa hilir-mudik dari langit ke bumi, setelah itu naik ke bawah naungan Arsy, di langit ketujuh.

Nabi Muhammad bersabda, “Perbesarlah kurban-kurban kalian, karena hewan kurban akan menjadi tunggangan kalian melewati shirath menuju surga. (HR. Ibnu Rif’ah).

Dalam satu riwayat Nabi Dawud pernah bertanya kepada Allah tentang pahala yang akan diberikan kepada umat Nabi Muhammad yang melakukan Kurban, lalu Allah menjawab, “Pahalanya adalah aku akan memberikan sepuluh kebaikan, melebur sepuluh keburukan dan mengangkat sepuluh derajatnya untuk setiap satu helai rambut kurban itu (untuk mereka yang berkurban). Tahukah engkau hai Dawud, kurban-kurban itu adalah kendaraan-kendaraan mereka di hari kiamat nanti, dan kurban-kurban itu menjadi penebus kesalahan-kesalahan mereka.

Dari Sayyidina Ali , “Apabila seorang hamba telah berkurban, maka setiap tetesan darah darahnya akan menjadi penebus dosanya di dunia, dan setiap helai rambutnya tercatat kebajikan untuknya. Alhasil, hukum melaksanakan akikah dan kurban adalah sunah kifayah bagi baligh, ‘aqil dan mampu untuk berkurban dan hidup berkeluarga. Sedangkan hukum berkurban bagi mereka yang hidup sendiri adala sunah ‘ain. Wallahu A’lam.

Untuk pembahasan akikah, akan admin bahas secara detail pada artikel berikutnya, insyaallah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *